Penting Nggak Publikasi Kemesraan?
Assalamualaikum...
Hai readers, kali ini saya akan sharing penting nggak sih publikasi kemesraan dengan pasangan di medsos atau real life?
Perlu diperhatikan, ini cuman sudut pandang pribadi saya secara personal aja yaa..
Jadi saya berani membahas tentang ini karena kebetulan saya sudah punya pasangan. hehe..
saya menikah tahun lalu dan belum pernah pacaran sebelumnya (selama 24 tahun, sampek nikah).
Nah, kebetulan, saya dan suami kurang suka publikasi kegiatan pribadi, ungkapan perasaan (seperti rasa cinta, terimakasih telah berbuat atau memberikan sesuatu, dan sebagainya), dan foto-foto berdua.
Terutama suami, dia sangat tidak menyukai itu karena dirasa tidak perlu dan tidak penting. Makanya dia hampir tidak pernah publikasi, utamanya di medsos, hal-hal yang berkaitan dengan pasangan. Kalau untuk dikehidupan nyata, baik secara sengaja ataupun tidak sengaja, dia yang lebih tau hehe, ketika dihadapan teman-teman kita yang sama-sama kenal dan di tempat umum seperti mall, taman, pasar, bioskop, dsb. dia memang lebih perhatian. Mungkin sebagai wujud tanggung jawabnya. Tetapi kebalikan dari saya, dia nggak pernah menunjukkan kemesraan dihadapan keluarga, sedangkan saya tidak pernah segan (ketika hanya di rumah sendiri dihadapan keluarga saya, malah suami saya yang malu setengah mati. hahaha), tetapi selain itu, saya sangat enggan melakukannya. Apalagi di medsos.
Bedanya, suami saya sama sekali tidak terganggu dengan postingan-postingan sayang-sayangan dari orang lain. Dulu saya seeeerrriiing banget keganggu dan merasa tidak nyaman dengan hal itu. Pernah saya menghapus bahkan memblokir akun medsos (whatsapp/instagram) hanya karena orang-orang tersebut terlalu sering menumpahkan perasaan terkait pasangan di akun medsosnya. lol.
Sekarang saya menyesali itu. Saya pun beberapakali juga publikasi terkait pasangan, meskipun agak diragukan bisa termasuk dalam kemesraan apa nggak. haha. Meski begitu tetap saja saya akui, sesekali saya tetap merasa tidak nyaman; tetapi saya mulai menerima kenyataan (wkwkwkwk) bahwasannya memang tidak semua orang kan seperti saya. Kita memiliki cara menikmati hidup dan cara mekspresikan kenyamaan yang berbeda-beda. Jadi ya perlahan memang harus menerima. haha
Eits, tapi tidak semudah itu juga.
didukung dengan beberapa penelitian (maaf, tidak ingat penelitian siapa) yang pernah saya baca menyatakan bahwa pasangan yang terlalu banyak mempublikasi kemesraan berarti tidak benar-benar bahagia dikehidupan nyata, saya semakin risih dengan publikasi kemesraan di medsos. Dulu selalu bertanya-tanya, "Ngapain sih ini orang-orang nunjukin kayak begini untuk umum?" tapi kalo beneran nanya gitu pas lagi jomblo, pasti bakal dituding sirik atau iri. haha... Itu dulu yah..
sekarang sepertinya saya sudah ada gambaran jawaban:
Pertama, untuk dikomersialkan alias dari hubungannya dengan pasangan itu menghasilkan pundi-pundi untuk menyambung hidup. Misalkan banyak netizen/fans yang baper akhirnya mendongkrak popularitas hingga berujung tanda tangan kontrak (dengan sponsor, produser film/sinetron/iklan) dan mungkin penghasilan mandiri seperti vlog atau launching product baru.
Kedua, sebagai memory penyimpan daripada ilang kalo di hp aja
Ketiga, pengingat hari penting atau hari spesial
Keempat, berbagi kebahagiaan yang sedang dirasakan
Kelima, untuk manas-manasin mantan wkwk
Keenam, sebagai bentuk apresiasi kepada pasangan krn dirasa nggak cukup kalau hanya disampaikan secara pribadi
Ketujuh, pengen semua tau kalo pasangannya baik, dia beruntung dan hidupnya bahagia
Kedelapan, pasangannya jarang pulang jadi nggak bisa ngomong langsung
Kesembilan, pasangannya nggak punya hp jadi nggak bisa ditelpon/wa/sms
Kesepuluh, pasangannya bu***
Hahahaa.. Bercanda.
Apapun alasannya, saya sudah harus bisa menerima bahwa terkadang bagi pasangan "dunia hanya milik berdua dan yang lainnya hanya numpang" itu memang ada secara nggak sengaja/spontan gitu aja. Yang penting jangan berlebihan yaaa... hahahaa
Bahagia itu adalah sesuatu yang kita rasakan itu yang terpenting. Tidak harus ditunjukkan..
Tapi kalau pengen juga nggak papa. Memang orang kan nggak sama cara menikmati dan merasakan kebahagiaannya.
Yang repot kalo salah satu demen publikasi dan satunya risih. hahahaa.. Tolong kalo ada yang begini, sebaiknya tetap saling menghargai dan mengkomunikasikannya. Yang lebih penting dari pandangan orang lain tentang kita dan kehidupan kita itu adalah perasaan pasangan dan cara kita menjalani hidup saja.
kalo ada yg merasa terganggu ya sabar aja.. tahan jangan komen negative, kalo gak betah yaudah blokir aja. wkwkwkwk
Jadi Penting nggak sih publikasi kemesraan itu?
tergantung orangnya.. tergantung yang menjalani. Yang paling penting adalah bahagia dan bersyukur dengan segala yang kita jalani saja. Tidak perlu berlebihan. "Hidup cukup itu cukup" kalo kata Reza Rahardian. Haha
Sudah yaa.. Begitulah curahan uneg uneg saya
Terimakasih sudah membaca
Wassalamualaikum..
Hai readers, kali ini saya akan sharing penting nggak sih publikasi kemesraan dengan pasangan di medsos atau real life?
Perlu diperhatikan, ini cuman sudut pandang pribadi saya secara personal aja yaa..
Jadi saya berani membahas tentang ini karena kebetulan saya sudah punya pasangan. hehe..
saya menikah tahun lalu dan belum pernah pacaran sebelumnya (selama 24 tahun, sampek nikah).
Nah, kebetulan, saya dan suami kurang suka publikasi kegiatan pribadi, ungkapan perasaan (seperti rasa cinta, terimakasih telah berbuat atau memberikan sesuatu, dan sebagainya), dan foto-foto berdua.
Terutama suami, dia sangat tidak menyukai itu karena dirasa tidak perlu dan tidak penting. Makanya dia hampir tidak pernah publikasi, utamanya di medsos, hal-hal yang berkaitan dengan pasangan. Kalau untuk dikehidupan nyata, baik secara sengaja ataupun tidak sengaja, dia yang lebih tau hehe, ketika dihadapan teman-teman kita yang sama-sama kenal dan di tempat umum seperti mall, taman, pasar, bioskop, dsb. dia memang lebih perhatian. Mungkin sebagai wujud tanggung jawabnya. Tetapi kebalikan dari saya, dia nggak pernah menunjukkan kemesraan dihadapan keluarga, sedangkan saya tidak pernah segan (ketika hanya di rumah sendiri dihadapan keluarga saya, malah suami saya yang malu setengah mati. hahaha), tetapi selain itu, saya sangat enggan melakukannya. Apalagi di medsos.
Bedanya, suami saya sama sekali tidak terganggu dengan postingan-postingan sayang-sayangan dari orang lain. Dulu saya seeeerrriiing banget keganggu dan merasa tidak nyaman dengan hal itu. Pernah saya menghapus bahkan memblokir akun medsos (whatsapp/instagram) hanya karena orang-orang tersebut terlalu sering menumpahkan perasaan terkait pasangan di akun medsosnya. lol.
Sekarang saya menyesali itu. Saya pun beberapakali juga publikasi terkait pasangan, meskipun agak diragukan bisa termasuk dalam kemesraan apa nggak. haha. Meski begitu tetap saja saya akui, sesekali saya tetap merasa tidak nyaman; tetapi saya mulai menerima kenyataan (wkwkwkwk) bahwasannya memang tidak semua orang kan seperti saya. Kita memiliki cara menikmati hidup dan cara mekspresikan kenyamaan yang berbeda-beda. Jadi ya perlahan memang harus menerima. haha
Eits, tapi tidak semudah itu juga.
didukung dengan beberapa penelitian (maaf, tidak ingat penelitian siapa) yang pernah saya baca menyatakan bahwa pasangan yang terlalu banyak mempublikasi kemesraan berarti tidak benar-benar bahagia dikehidupan nyata, saya semakin risih dengan publikasi kemesraan di medsos. Dulu selalu bertanya-tanya, "Ngapain sih ini orang-orang nunjukin kayak begini untuk umum?" tapi kalo beneran nanya gitu pas lagi jomblo, pasti bakal dituding sirik atau iri. haha... Itu dulu yah..
sekarang sepertinya saya sudah ada gambaran jawaban:
Pertama, untuk dikomersialkan alias dari hubungannya dengan pasangan itu menghasilkan pundi-pundi untuk menyambung hidup. Misalkan banyak netizen/fans yang baper akhirnya mendongkrak popularitas hingga berujung tanda tangan kontrak (dengan sponsor, produser film/sinetron/iklan) dan mungkin penghasilan mandiri seperti vlog atau launching product baru.
Kedua, sebagai memory penyimpan daripada ilang kalo di hp aja
Ketiga, pengingat hari penting atau hari spesial
Keempat, berbagi kebahagiaan yang sedang dirasakan
Kelima, untuk manas-manasin mantan wkwk
Keenam, sebagai bentuk apresiasi kepada pasangan krn dirasa nggak cukup kalau hanya disampaikan secara pribadi
Ketujuh, pengen semua tau kalo pasangannya baik, dia beruntung dan hidupnya bahagia
Kedelapan, pasangannya jarang pulang jadi nggak bisa ngomong langsung
Kesembilan, pasangannya nggak punya hp jadi nggak bisa ditelpon/wa/sms
Kesepuluh, pasangannya bu***
Hahahaa.. Bercanda.
Apapun alasannya, saya sudah harus bisa menerima bahwa terkadang bagi pasangan "dunia hanya milik berdua dan yang lainnya hanya numpang" itu memang ada secara nggak sengaja/spontan gitu aja. Yang penting jangan berlebihan yaaa... hahahaa
Bahagia itu adalah sesuatu yang kita rasakan itu yang terpenting. Tidak harus ditunjukkan..
Tapi kalau pengen juga nggak papa. Memang orang kan nggak sama cara menikmati dan merasakan kebahagiaannya.
Yang repot kalo salah satu demen publikasi dan satunya risih. hahahaa.. Tolong kalo ada yang begini, sebaiknya tetap saling menghargai dan mengkomunikasikannya. Yang lebih penting dari pandangan orang lain tentang kita dan kehidupan kita itu adalah perasaan pasangan dan cara kita menjalani hidup saja.
kalo ada yg merasa terganggu ya sabar aja.. tahan jangan komen negative, kalo gak betah yaudah blokir aja. wkwkwkwk
Jadi Penting nggak sih publikasi kemesraan itu?
tergantung orangnya.. tergantung yang menjalani. Yang paling penting adalah bahagia dan bersyukur dengan segala yang kita jalani saja. Tidak perlu berlebihan. "Hidup cukup itu cukup" kalo kata Reza Rahardian. Haha
Sudah yaa.. Begitulah curahan uneg uneg saya
Terimakasih sudah membaca
Wassalamualaikum..
Komentar
Posting Komentar