Do'a Ibu Bisa Bikin Galau?
Assalamu’alaikum….
Halo, semua. Sudah bersyukur hari
ini? Semoga kita semua selalu diampuni oleh-Nya, ya.
Wah, kali ini saya mulai bimbang;
apakah ini yang dinamakan dengan penyalah-gunaan blog? Yep. Because this blog
will be more like my private journal. Lol. Jujur saja, saya lebih nyaman
bermain dengan keyboard dari pada kamera. Jadi saya memilih untuk menulis
disini; yang semoga saja memberikan manfaat bagi kita semua.
Pernahkah kamu menangis ketika
mendapat nasehat dari ibuk?
Bukan karena malu, bukan dongkol
karena kena sembur, bahkan bukan menyesal karena kelakuanmu yang bikin ibuk
murka. Tapi karena berterimakasih, bersyukur karena telah ditakdirkan lahir
dari rahimnya. Apapun yang ibuk katakan pasti luar biasa. Amukan, pesan, dan
harapan, semua pasti demi putra-putrinya. Inikah bagian dari cinta?
Begitulah yang saya alami selama
beberapa tahun terakhir, semakin hari semakin parah. Apakah tidak apa-apa? Seberapa
sayang dan cinta kita pada ibuk, dia tetap milik-Nya. Kan ini semua takdir-Nya.
Bukankah kita patuh, hormat dan saya pada orang tua juga bagian dari
perintah-Nya? Ah. Betapa sering saya mengabaikan hal yang kelihatan sepele macam ni.
Alhamdulillah, semua yang
ditakdirkan-Nya pasti yang terbaik. Meski begitu, Dia tetap memerintahkan kita
untuk berdo’a dan meminta sebanyak-banyaknya, kan? Jadi apalagi yang bisa saya
minta, ketika satu saja takdir-Nya (menjadi putri dari ibuk yang luar biasa)
sudah membuat saya merasa jadi yang paling beruntung diseluruh dunia?
Yah… pikiran-pikiran itu selalu
berputar dibenak saya. Hingga klimaksnya, ibuk mengungkapkan harapan-harapan
beliau, rencana-rencana beliau, untuk kami putra-putrinya. Diujung tuturnya
itu, beliau selalu mengimbuhkan “Dongakno
lancar, Pengeran ngabuli, Ngridhani…” (“Do’akan semoga lancar, Allah SWT.
mengabulkan, meridhoi…”).
Disini saya sering kacau.
Sementara do’a favorit saya adalah “Apapun
yang terbaik menurut-Mu bagi kami…”. Yang sudah terjadi, yang sedang
terjadi, yang akan terjadi, semuanya pasti yang terbaik dari-Nya bagi setiap kita, saya sangat percaya. Tetapi
ketika ibuk mulai berencana dan berdo’a, mustahil bagi saya untuk tidak meng-Amini, kan? Dulu… dalam amin saya, saya sering imbuh do’a; “Mohon ampun jika
hamba serakah, mohon kabulkan do’a ibuk, ya Allah…” Ini hanya berdasar pada
kemauan hati yang ingin ibuk selalu bahagia, ibuk tidak pernah berhenti
bersyukur pada-Nya, ibuk selalu damai hatinya; dan lagi, sering mengabaikan
bahwa hati ibuk kan dipinjami Dia juga?! *keplakjidat*
Sekarang, saya sudah menemukan
solusinya. Simpel dan gampang; ganti saja “mohon
kabulkan do’a ibuk” dengan “Semoga
yang terbaik menurut ibuk juga merupakan yang terbaik menurut-Mu”. Mudah, ya? Dia memang selalu menawarkan
kemudahan. Selalu.
Beruntung ya saya? Dipinjami “ibuk saya” sebagai ibuk saya; hingga membuat saya sering
bertanya-tanya “mungkinkah saya bisa jadi ibu seperti beliau?”
Beruntung ya saya? Dipinjami hati untuk berterimakasih
pada-Nya karena dipinjami ibuk saya?
Beruntung ya saya karena dipinjami laptop sebagai salah
satu cara untuk berterimakasih pada-Nya karena dipinjami ibuk saya?
Ini keberuntungan ku. Temukan
keberuntunganmu sendiri. Bukan dari mengejar mimpi mati matian, bukan dari usaha
sampai lupa daratan, tapi dari yang sudah ada. Mulai dari hal terkecil dalam
hidup yang sudah ada.
Tau diri; berterimakasih-lah pada
apa yang sudah dipinjamkan, mungkin bisa sedikit menutupi lecetnya saat
dikembalikan.
Tidak penting, dan kurang
kerjaan? Yep. Itu menjadi salah satu konsep dari blog ini sekarang. Karena Tugas Kuliah sudah dikumpulkan.
Maafkanlah bila ada yang salah. Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum…

Makasi ibuk.
BalasHapus*sambilngusapmata
Aduh. kenapa mengusap mata, kakak?
HapusAlhamdulillah Ya Rab, Kau telah berikan seorang ibuk seperti ibuk ku yang bagi ku juga tiada duanya meski iyyaa benar ibuk adalah milik-Mu, Astaghfirulloh dan Alhamdulillah Ya Alloh Kau telah mempertemukan aku kepada sosok ibu yang lain yaitu ibuk dari sahabat saya, Nila :'( :*
BalasHapusAlhamdulillah yaa... sesuatu...
Hapuscieee..yang sebentar lagi juga bakalan jadi ibuk...